Bagi penanya awam (sekali) mungkin saya cukup menjawab bahwa IPCop adalah sebuah komputer yang menjadi  gerbang kita menuju internet. Gerbang ini sebenarnya bisa saja perlu bisa juga tidak perlu. Bila pertanyaannya berlanjut, kenapa perlu gerbang?,  saya akan lanjutkan bahwa ibarat rumah, suatu gerbang menandakan bahwa rumah tersebut punya pagar. Nah, IPCop bertindak layaknya pagar dan memberikan gerbang bagi rumah tersebut dalam kaitannya dengan lingkungan luar. Fungsi IPCop juga laksana fungsi pagar dan gerbang bagi rumah itu.

Buat yang lebih advance pengetahuan komputernya (biasa bekerja dengan komputer dan internet, namun belum banyak ngerti masalah jaringan), saya akan jawab bahwa IPCop adalah sebuah program untuk server jaringan. Dengan server tersebut komputer kita atau komputer di jaringan lokal (LAN) kita akan lebih terlindungi dari dunia internet.

Bagi yang kenal dikit dengan jaringan, maka saya akan tambahkan bahwa sebagai server IPCop menyediakan fasilitas yang lengkap untuk memanage jaringan lokal kita, seperti kemampuan memberian IP secara otomatis ke seluruh komputer di jaringan lokal (komputer client) kemampuan ini disebut dengan DHCP server, kemudian kemampuan sebagai proxy yang dapat menyimpan file-file dari website yang pernah diakses oleh client sehingga bila client mengakses website yang sama client tidak perlu mengambil (download) langsung dari situs tersebut di internet. Hal ini akan membantu kecepatan akses dan menghemat bandwidth. IPCop juga memiliki kemampuan sebagai URL Filtering yaitu kemampuan untuk mem-blok akses ke situs-situs tertentu dengan berbagai kategori seperti situs porno, judi online, situs-situs yang mengandung konten berbahaya seperti virus dan phising, serta situs-situs lain yang ingin kita blok. Intinya semua situs bisa kita blok melalui IPCop. Serta banyak lagi kemampuan-kemampuan IPCop dalam rangka memanage jaringan lokal kita. Dan semuanya bersifat gratis!

Bagi seorang admin jaringan seperti saya, jawabannya cukup simple. IPCop adalah sebuah distro linux yang didedikasikan sebagai RouterOS. Sama seperti Monowall, Smothwall, ClarkConnect, Censornet, dan Mikrotik. Yah, tentu ada bedanya, tapi fungsi dasarnya sama.

Sementara pengembang IPCop sendiri lebih suka menganggap  IPCop sebagai sebuah distro Linux Firewall yang cocok dipakai baik untuk rumah maupun SOHO, dengan web-interface yang user-friendly sehingga sangat mudah pengaturannya bahkan bagi seorang yang baru belajar administrasi jaringan sekalipun.

Bagi saya pribadi, IPCop adalah RouterOS yang tidak habis untuk dipelajari, saya terapkan untuk server warnet saya dan jaringan komputer di SMPN 1 Blega. Di sekolah saya dapat mem-blok download file-file tertentu, membagi kecepatan (bandwidth) pada tiap client, dan tentu saja mem-blok ke situs-situs yang menjadi musuh utama dunia pendidikan, situs porno!. Kedepannya nanti saya sangat ingin menggabungkan IPCop dengan RADIUS server sebagai sebuah server authentifikasi.

Dan, bagi anda pembaca, sepertinya sudah ada gambaran awal yang cukup tentang IPCop bukan?